Rabu, 19 Mei 2010

KENAPA SENANG MEMBUAT ORANG MARAH ?

Bagi seorang muslim, nabi muhammad adalah fondamen keyakinannya setelah Alloh, Muslim adalah orang-orang yang taat patuh terhadap ajarannya yang dibawa olehnya adalah nilai-nilai luhur yang saling menjunjung tinggi harkat kemanusiaan. tidak mencela dan melecehkan derajat kemanusiaan. siapapun dia, dari kalangan masyarakat atas dan masyarakat bawah, terdidik maupun tidak, seorang kulit hitam ataupun putih, cacat ataupun tidak. kecuali yang sudah ditetapkan oleh Alloh untuk dihinakan.

Nabi Muhammad adalah simbol islam, maka siapapun yang berani menghinakannya berarti menghina semua umat islam dimanapun ia berada siapapun dia. Sungguh tidak beradab orang yang coba menggambarkan postur dan wajah nabi dengan manusia apapun yang ada saat ini. Sungguh tidak akan ada yang menyamainya dengan manusia apapun yang ada didunia. beliau adalah manusia utusan Alloh untuk seluruh umat. mengajarkan akhlak dan moral kemanusiaan yang tertinggi yg bisa dinilai oleh manusia didunia, tapi juga untuk keselamatan akhirat. mengapa kita tidak saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing. mari saling mengambil manfaat ditengah perbedaan tanpa memandang yang lain kecil. Bagi anda yg tdk suka terhadap islam jangan menghina simbol islamnya. Mari berjalan sesuai dengan keyakinan masing-masing. apakah anda yg benar dan nanti diakhirat anda yang bahagia atau islam yang menjanjikan kebahagiaan hidup nanti di akhirat. islam adalah agama realitas bukan khayalan dan angan-angan yg membawa umatnya hanya menjadi penghayal, tetapi islam mengajak umatnya utk berkarya nyata yg bisa memberikan kontribusi kemanfaatan bukan untuk umatnya saja tapi utk seluruh umat. Hentikan sekarang juga provokasi anda, karena penghinaan anda tidk akan pernah menjadikan Nabi kami rendah dan hina. tapi beliau tetap akan mulia selamanya. karena sudah dimuliakan pemilik alam ini. kami berdo'a anda semoga mendapatkan hidayah utk menjadi muslim yang taat, yg akan menjadi pembela islam terdepan. terima kasih..

Selasa, 18 Mei 2010

JABAR GEMPA LAGI ...

Baru beberapa waktu yang lalu Jabar ditimpa berbagai musibah dari yang kecil sampai yang besar, beberapa bulan yang lalu menimpa Jabar, kini kita dikagetkan lagi dengan peristiwa Gempa yang terjadi di SUKABUMI.
Informasi dari BMKG Bandung menyebutkan, gempa berkekuatan 6.0 skala Richter terjadi Selasa (18/5) pukul 18.59 WIB. Pusat gempa di 8.22 LS, 107.21 BT, 147 Km tenggara Sukabumi, dengan kedalaman 13 Km.

Guncangan gempa sangat mengagetkan warga di Kec. Jampang Kulon, K Sukabumi. Mereka sempat berlarian keluar rumah saat guncangan terjadi. “Kami sempat berlarian keluar rumah saat gempa terjadi. Kami merasakan getaran cukup kuat,” kata Ny. Uun, warga Jampang Kulon, keika dihubungi PRLM.

Getaran juga dirasakan warga Sindangbarang di wilayah Selatan Kabupaten Cianjur. Warga di sana sempat meninggalkan rumah karena trauma dengan kejadian gempa yang merusak rumah mereka beberapa waktu lalu. Namun setelah yakin tidak ada gempa susulan, mereka kembali ke rumahnya masing masing.

Guncangan pun dirasakan dengan intensitas cukup kuat oleh warga Kec. Pangalengan, Kab. Bandung. Camat Pangalengan Haris Taupik bahkan langsung mengirimkan SMS kepada setiap kepala desa di Kec. Pangalengan. "Di Kec. Pangalengan, gempa terasa cukup kuat, walaupun tidak sebesar yang dirasakan awal September lalu," ucap Haris.

Getaran Gempa Sukabumi ini juga dirasakan juga cukup kuat di daerah Jabar Timur, di Banjar dan Ciamis selatan, warga merasakan dua kali, selama beberapa detik. "Kami langsung berhamburan ke luar rumah begitu gempa terasa cukup kuat dua kali," kata Andi Sose dan Dodo Taryana, warga Pangandaran, Ciamis, melalui telepon selularnya. Hal sama disampaikan Arifin, warga Banjarsari dan Aceng di Kalipucang.

Menurut Andis yang rumahnya berada di kawasan Pantai Pangandaran, yang dikhawatirkan bila terjadi gempa adalah munculnya tsunami. Jangan heran, jika warga langsung melihat muka air laut. Mereka mewaspadai munculnya tsunami.

Gempa Sukabumi, seperti diinformasikan BMKG, tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan tentang korban atau kerusakan yang diakibatkan gempa tersebut. (A-162/A-116/A-175/A-112/das).
Bencana silih berganti terjadi tidak pernah berhenti, kita meyakini ini bukan berarti Alloh zalim terhadap hambanya, Alloh sangat mengharamkan berbuat zalim terhadap hambanya, Alloh menyampaikan rasa sayangnya terhadap hamba-hambanya yang beriman. Alloh ingin menguatkan Iman hamba-hambanya yang beriman, bahwa setiap saat dan setiap waktu hendaknya kita selalu ingat kepadanya. ketika manusia merasa tenang dengan segala fasilitas kehidupan yang ada dengan melupakan Alloh maka pada dasarnya hamba sedang menghancurkan hidupnya sendiri. Alloh mengingatkan semua yang ada di dunia yang selalu dijadikan penolong oleh manusia, tidak punya kemampuan apa-apa manakala Alloh menghancurkan semuanya. Dengan begitu maka kita baru sadar lagi sehingga kembali kepada Alloh. Semoga saudara-saudara yang sedang diuji diberi kekuatan oleh Alloh dan kita pun bisa mengambil hikmah atas peristiwa yang terjadi. Amin...

Pendidikan Anak PRANATA

Pendidikan Islam bagi anak Pranatal / Pralahir atau Dalam Kandungan
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin SANTRI
Ponpes Alkhoirot Putra, Malang

Dalam pemahaman konvensional, pendidikan anak paling awal disebut dengan istilah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ruang Lingkup PAUD dimulai dari sejak lahir sampai usia 8 tahun.


Dalam ilmu pendidikan, PAUD terbagi menjadi empat tahapan yaitu infant atau bayi (usia 0-1 tahun), toddler (2-3 tahun), preschool/ kindergarten children atau anak usia TK (3-6 tahun), dan
early primary school (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)

Namun, dalam buku Prenatal Classroom (1992) karya F. Rene Van De Carr & Marc Lehrer dinyatakan bahwa pendidikan anak sebaiknya dimulai sejak dalam kandungan yang disebut dengan prenatal education (pendidikan sebelum lahir). Versi Bahasa Indonesia buku ini berjudul Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan, diterbitkan oleh Penerbit KAIFA, Bandung, 1999.

Pendapat Van De Carr & Mark Lehrer di atas diperkuat oleh William Sallenbach (1998) yang menyimpulkan bahwa periode pranatal atau pralahir merupakan masa kritis bagi perkembangan fisik, emosi dan mental bayi. Ini adalah suatu masa di mana kedekatan hubungan antara bayi dan orangtua mulai terbentuk dengan konsekuensi yang akan berdampak panjang terutama berkaitan dengan kemampuan dan kecerdasan bayi dalam kandungan.

***

Islam memperkuat pandangan perlunya pendidikan pranatal. Tidak hanya itu, pendidikan pranatal menurut Islam harus dimulai dari sejak sebelum terciptanya janin. Yakni, bahwa (a) penciptaan janin harus berasal dari pasangan yang sah. Bukan hubungan perzinahan (QS Al Isra’ 17:32); (b) dalam melakukan hubungan biologis, hendaknya dimulai dengan doa, setidaknya dengan baca bismillah; (c) setelah terjadinya proses nuthfah (sperma), berlanjut menjadi ‘alaqah dan kemudian mudghah (segumpal daging) (QS Al Mu’minun 23:12-14), maka dimulailah kehidupan seorang anak dalam rahim. Dari tahap ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan sang ibu, sebagai guru pertama seorang anak, untuk mendidik anak yang masih dalam kandungan.

Pertama, berfikir positif. Ibu yang berfikir positif membantu janin belajar lebih baik di dalam rahim. Basis lingkungan sosial janin adalah sang ibu. Dan pendidikan yang benar dimulai dengan ibu yang sehat dalam segala hal. Untuk itu kondisi fisik dan kejiwaan sang ibu harus prima selama mengandung.

Kedua, sering bersenandung mengagungkan asma Allah dan memperdengarkan musik bernuansa Islami agar anak terdidik mengenal Allah sejak dini. Memperdengarkan musik klasik juga dapat menstimulasi kecerdasannya dan bahkan dapat mempertinggi kemampuan pengembangan bahasanya kelak.

Ketiga, hindari situasi tertekan karena kondisi ini bisa meningkatkan level hormon janin pada tahap yang dapat memblokir proses kemampuan pembelajaran pralahir.

Keempat, carilah kegiatan belajar sendiri. Apapun itu. Walaupun janin tidak akan belajar secara langsung dari aktifitas sang ibu, akan tetapi perilaku mental ibu yang sehat akan menjadi kenyamanan dan keamanan tersendiri bagi janin dan hal itu akan memberinya fondasi perilaku yang positif terhadap pembelajaran setelah dia lahir.

Peran (calon) ayah dalam hal ini tidak kalah pentingnya. Karena tidak sedikit perilaku mental (calon) ibu yang tertekan ditimbulkan oleh perilaku ayah yang kurang menunjukkan dukungan moral pada ibu yang sedang mengandung. Istri yang hamil secara fisik umumnya kurang fit. Adalah tugas suami untuk memberi dukungan penuh untuk menjamin kondisi mental istri dalam kondisi stabil sampai janin lahir ke dunia.

Apabila segala usaha sudah dijalankan secara maksimal (QS Al Anfal 8:60), maka tawakkal adalah pola pikir paling positif yang disukai Allah (QS Ali Imron 3:159) sambil menunggu kelahiran sang buah hati.[]

Senin, 17 Mei 2010

Apakah Kita Masih Berharap kepada Generasi Muda ?

Sungguh miris rasanya saat kondisi sekarang, melihat fenomena perilaku anak-anak. Bagaimana tidak, kalau kita melihat ada kumpulan anak-anak baik sedang bermain ataupun ketika berinteraksi dengan sebayanya, pasti disela-sela omongannya selalu terselip kata-kata binatang, belum lagi sikapnya yang jauh dari sikap sopan terhadap orang-orang dewasa. belum lagi fenomena pergaulan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sampai Perguruan TInggi membuat kita sering mengelus dada, apakah masih kita bisa berharap generasi sekarang ini mampu mengemban harapan dari generasi tua ?.
Perilaku hidup bebas sudah bukan merupakan hal yang aneh dilingkungan mereka. kita bisa melihat dan mendengar dari media TV atau ditengah lingkungan sendiri bagaimana hidup bersama seperti layaknya pasangan suami istri sudah bukan merupakan hal yang tabu lagi. Hasil penelitian menunjukan generasi muda mulai bergeser yang dulu hidup serumah dilakukan oleh tingkat mahasiswa, kemudian tingkat SMA, sekarang sudah mulai bergerak ke tingkat SMP. Hasil penelitian menunjukan bahwa sekitar 60 persen generasi muda mengaku sudah melakukan hubungan suami istri. ini yang tercatat belum lagi diluar itu. belum lagi kasus kebringasan sudah menjadi gaya hidup, seperti munculnya genk motor dan genk-genk lainnya yang terkenal brutal. kasus perkelahian antar mahasiswa bukan hal yang aneh.
Indonesia terkenal sebagai negara yang warganya adalah menjunjung tinggi adat ketimuran, adat malu yang sangat tinggi, ramah kini sudah tidak ada lagi karakter itu, tinggal menjadi kenangan saja. kenangan manis masa lalu yang kini seolah hanya menjadi dunia mimpi. belum lagi para pejabatnya yang mempertontonkan sifat-sifat yang memalukan. dimana Nasionalisme tidak lagi menjadi landasan menjalankan tugasnya, padahal sudah mendapat gaji tapi kita lihat masih berani mengambil sesuatu yang bukan haknya. perilaku korupsi mencuri harta masyarakat untuk memperkaya pribadi. Apakah ini juga merupakan kesalahan pendidikan masa lalunya? saya yakin gurunya di SD tidak pernah mengajarkan perilaku itu.
Moral yang merupakan tulang punggung pembangunan kepribadian seolah tidak berlaku lagi saat ini. apakah ketidak berkahan ini karena kita sangat jauh dari Alloh, persoalan timbul silih berganti, yang satu belum tuntas muncul lagi masalah baru. Anak-anak kita dari intelektualitas nya tidak kalah tetapi yang terjadi adalah miskin moral, akibat sudah menjauhi nilai-nilai agama. orang tua tidak peduli pendidikan agamanya, orang tua lebih bangga anaknya menjadi jago matamatika, ipa dan lainnya. tapi merasa ketinggalan kalo anaknya hanya bisa ngaji. Rasanya tidak perlu menyalahkan anak-anak kita tinggal evaluasi saja perilaku kita sebagai orang tua. makanya jangan terlalu berharap generasi muda sekarang bisa menggantikan/meneruskan perjuangan generasi tua kalo kita sebagai orang tua tidak peduli kepada moral anak-anak kita.

Gubernur Kalsel Wajibkan Siswa Belajar Al Quran


Ini yang baru dari kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya yang umumnya lebih bernuansa politik. Kali ini keperdulian terhadap agama

Hidayatullah.com--Mulai tahun ajaran 2010, baca tulis Al Quran menjadi salah satu materi wajib belajar bagi seluruh sekolah di Kalimantan Selatan (Kalsel), kata Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarmasin, Minggu (16/5).

Menurut Rudy, hal itu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tentang wajib belajar Al Quran di sekolah umum mulai tahun ajaran 2010-2011.

Penerapan Perda tersebut telah resmi diberlakukan pada khataman Al Quran bersama 5.653 pelajar SD/MI dan SMP/MTs sederajat di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Menurut dia, penerapan Perda baca tulis AL Quran tersebut sebagai salah satu upaya strategis Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendorong terwujudnya generasi Qurani.

"Saya ingin generasi muda Kalsel akan tumbuh menjadi generasi islami yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia," katanya.

Dengan adanya Perda tersebut, kata dia, pelajar bisa memiliki waktu yang lebih banyak untuk mempelajari kandungan Al Quran dan menjadikan kitab suci tersebut menjadi sumber ilmu dan pedoman hidup.

Rudy mengatakan, dengan tercetaknya generasi yang cinta Al Quran, diharapkan akan muncul masyarakat yang religius, yang mempunyai akhlak mulia dan kokoh kepribadiannya.

Apalagi, kata dia, menghadapi arus globalisasi di mana beragam budaya dari luar tumbuh dan berkembang tanpa ada yang mampu menghalangi dan melarangnya, maka satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah membentengi generasi muda dengan akhlak mulia dan kekuatan agama serta keyakinan.

Rudy juga mengingatkan, khataman Al Quran bukanlah akhir dari proses pembelajaran Al Quran. Namun hendaknya, menjadi awal untuk memahami lebih seluruh kandungan AL Quran tersebut secara mendalam.

"Bila itu yang dilakukan, saya yakin Kalsel akan memiliki manusia berkualitas yang bakal menjadi modal besar untuk melanjutkan pembangunan ke arah lebih baik," katanya. [ant/www.hidayatullah.com]

MENGUKIR UMUR SEJARAH


Oleh: Ahmad Mukhlis Yusuf
(Praktisi Manajemen, Pemerhati Kepemimpinan, tinggal di Bogor)

Ada yang berkesan dari perbincangan pagi itu antara peserta Rakernas LKBN ANTARA yang berkunjung memenuhi undangan sarapan pagi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di rumah jabatan Wisma Pakuan, Bandung, baru-baru ini. Rakernas kami tahun ini diadakan di Bandung. Perbincangan kami pagi itu adalah seputar bagaimana melakukan karya terbaik buat negeri ini.

Salah satu perbincangan paling berkesan adalah ajakan Gubernur tentang bagaimana setiap manusia sejatinya memiliki kesempatan sama untuk mengukir umur sejarah yang dapat melampaui umur biologis. Apa pun jabatan dan amanah kemanusiaan yang disandangnya.
Gubernur bertutur tentang sejarah Wisma Pakuan. Gedung indah dan megah itu masih tegak berdiri meskipun sang arsitek telah wafat. “Banyak orang mengenang siapa arsitek dan yang membangunnya”, demikian Gubernur menambahkan.

Dalam catatan sejarah, gedung itu awalnya dibangun sebagai kediaman Residen Priangan yang pindah dari Cianjur. Kini, gedung tersebut menjadi rumah dinas jabatan Guberbur Jawa Barat. Meski usia bangunan sudah lama, namun gedung ini masih kokoh. Menurut catatan MAJ Kelling (1935), gedung itu mulai dibangun oleh Residen der Moore tahun 1864.

Perbincangan pagi itu kemudian mengingatkan saya dan boleh jadi semua peserta Rakernas juga; kita sering mengenang karya dan kebaikan seseorang dari apa yang ditinggalkan ketika sudah wafat. Kebaikan itu kemudian menjadi inspirasi bagi kita yang masih hidup untuk melakukan hal yang sama.

Sebuah gedung yang tidak bernyawa saja dapat menjadi buah karya yang terus dikenang, apalagi bila kita mampu mengukir hidup yang berarti yang bermanfaat bagi orang lain saat kita hidup maupun setelah kematian kelak.

Apa yang membedakan diri kita dengan manusia rendah hati dan terpuji yang sudah wafat; Buya Hamka (alm.), W.S. Rendra (alm.) atau Muhammad Natsir (alm)?. Saya yakin kita akan selalu ingat pada karya dan tindakan-tindakan mereka dalam melakukan ikhtiar terbaik semasa hidupnya. Tercatat dalam sejarah, bagaimana akhlak Buya Hamka (alm) dalam menyikapi perbedaan pandangannya dengan Presiden RI saat itu, Soekarno (alm). Sikap almarhum telah menjadi pelajaran wajib tentang kepemimpinan bagi generasi kita saat ini. Semasa hidupnya, Buya Hamka kritis kepada Soekarno namun keduanya tetap dapat berteman baik. Meski pernah dipenjara oleh Soekarno, saat Soekarno wafat, Buya Hamka berdiri paling depan saat menyalatkan jasad Soekarno (alm).

LKBN ANTARA pernah mengundang W.S. Rendra (alm.) ke LKBN ANTARA dua tahun sebelum wafat, mengundangnya untuk baca puisi dalam mengumandangkan etos perjuangan mempertahankan aset-aset negara yang strategis; PT Krakatau Steel (KS). Duduk di sebelahnya saja membuat saya bersemangat. Mendengar kata-katanya saja membuat kecintaan kami pada tanah air meningkat dan berjanji dalam hati untuk melakukan karya terbaik. Menyimak puisi-pusinya yang menggetarkan membuat spirit kami menguat.

Warisan kebaikan yang ditinggalkan Muhammad Natsir (alm), selalu dikumandangkan oleh orang-orang yang mengenal tulisan, perkataan dan tindakannya. Integritas Pak Natsir (alm) telah menjadi pelajaran tentang kepemimpinan sederhana yang terpuji dan menjadi inspirasi hingga kini.

Ikhtiar-ikhtiar terbaik dari ketiga tokoh nasional tersebut selain telah membawa bekal kehidupan yang berkah bagi ketiganya, juga telah menjadi investasi abadi bagi mereka, meski ketiganya telah wafat. Pahala atas kebaikan mereka Insya Allah akan terus mengalir, melalui balasan atas ilmu yang telah mereka wariskan hingga kini.

Inspirasi ketiganya terus menyebar, melintasi sekat ruang dan waktu. Inilah umur sejarah yang melampau umur biologis, meski ketiganya telah wafat. Esensi umur sejarah ini telah penulis tuangkan dalam sebuah Kata Pengantar pada buku baru karya sahabat penulis, Imam Munadi, yang berjudul ”New Born Super Muslim” yang baru-baru ini diterbitkan. Penulis buku itu, Imam Munadi, dengan indah menyebut esensi umur sejarah sebagai orientasi tindakan untuk meraih hidup berkah dan mati husnul khatimah.

Hidup berkah adalah esensi dari kehidupan kita sebagai Hamba Allah yang menjalankan kewajiban penghambaan kepada-Nya dan sebagai wakil-Nya sebagai khalifah di muka bumi. Sedangkan mati khusnul khatimah, adalah cita-cita sejati yang ingin kita raih. Kematian yang baik menuju kehidupan abadi yang diridhai Allah SWT di akhirat kelak adalah impian saya dan saya yakin Anda juga.

Untuk mengukir umur sejarah, mulailah dari tujuan akhir, demikian nasihat para ahli motivasi. Orang-orang yang berhasil meraih tujuan-tujuan hidupnya biasanya memiliki visi hidup yang memotivasi mereka. Sebagaimana sering dimaknai, visi hidup merupakan gambaran masa depan kehidupan apa yang ingin kita wujudkan. Visi sejatinya dapat menggetarkan si pemiliknya, sebab ia merupakan visualisasi masa depan yang ingin ia wujudkan baik untuk diri sendiri, keluarga maupun lingkungannya.

Siapa saja yang memiliki visi kebaikan pada masa depan, ia tidak akan mudah menyerah oleh ujian-ujian kehidupan yang dihadapinya. Kemudahan dan kesulitan adalah dua bentuk ujian untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan kita di hadapan Dia, Sang Pemilik Jiwa dan Alam Semesta Raya ini. Mereka yang lulus diuji akan menjadi manusia yang mulia di hadapan Dia, sebab ia telah melalui berbagai ujian yang Dia ciptakan untuk sampai di dekat-Nya, Insya Allah

Visi hidup mulia kini telah melintasi sekat bangsa dan agama. Ia telah menjadi ajaran agama-agama besar yang semakin kontekstual hari ini. Keseimbangan hidup antara material dan spiritual telah mengurangi angka-angka bunuh diri di berbagai negara modern yang sempat mengalami kehausan spiritual. Banyaknya kasus bunuh diri di Jepang dan Amerika Serikat telah menyadarkan banyak pakar barat untuk membekali pendekatan spiritual dalam pendekatan psikologis dan kejiwaan.

Sebagai muslim, saya dan boleh jadi Anda juga meyakini kenikmatan aktualisasi diri tidak semata-mata di atas sajadah atau di depan Ka’bah ketika menjalankan kewajiban ibadah ritual, melainkan juga saat menunaikan atau dalam proses ibadah sosial dengan melayani orang lain. Sebuah hadits menyatakan ”pemimpin yang adil lebih utama dari pada ahli ibadah ritual 60 tahun”, karenanya Baginda Rasulullah SAW juga menyatakan ”sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain”.

Umur sejarah Insya Allah dapat kita wujudkan bila kita persembahkan hidup ini untuk melakukan karya dan tindakan terbaik hari ini agar lebih bermanfaat bagi orang lain, demi semata-mata mengharap Ridha Allah SWT. Sejatinya kita dapat mewujudkan semua komitmen itu ke dalam tindakan yang positif, hari ini, bukan esok atau lusa, sebab kita tidak pernah tahu kapankah ajal menjemput atau kehidupan dunia ini berakhir?.

Sahabat, mari mengukir umur sejarah untuk hidup yang hanya sekali ini.

Sumber: http://www.antaranews.com/jeda/?i=1272857077

BOS PROVINSI Rp 599,9 M SIAP DIKUCURKAN

Alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Jawa Barat 2010 mendekati angka Rp 600 Miliar. Bantuan itu sebagai program penguat BOS Pusat yang digelontorkan kepada pelajar seluruh jenjang mulai dari SD hingga SMA dan sederajat yang totalnya mencapai 8.570.252 orang. BOS provinsi bagi 26 Kabupaten dan Kota se Jawa Barat tahun ini tepatnya sebesar Rp 599,9 Miliar

Hal itu disampaikan Kabid Dikmenti Dinas Pendidikan Jabar Asep Hilman dalam Konfrensi Pers di Ruang Malabar Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (4/5/2010). Pemberian dana BOS provinsi ini merupakan yang kedua kalinya, sejak pertama kali digulirkan tahun lalu.

"Sesuai UU Sisdiknas dan UU Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom, pembiayaan pendidikan ditanggung secara bersama-sama. Kami berusaha memenuhi kewajiban tersebut, meskipun jumlah yang disediakan saat ini masih jauh dari harapan," ujar Asep.

Lebih lanjut Asep menyatakan, dana BOS provinsi ini diberikan untuk menambah dan menguatkan dana BOS dari pusat. Bedanya, BOS provinsi ini juga mencakup SMA. Kalau BOS pusat hanya untuk SD dan SMP saja. Jadi dengan BOS ini, kita tidak lagi memilah-milah, semua pelajar juga dapat.

"Itu memang masih belum memenuhi kebutuhan riil di lapangan, terutama siswa SMA dan sederajat. Tapi bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban orang tua, siswanya tidak drop-out," jelasnya.

Menurut dia, dana BOS yang berjumlah Rp 599,9 Miliar itu terbagi untuk empat satuan jenis pendidikan. Untuk SD dan sederajat alokasinya mencapai Rp 134 Miliar dengan jumlah siswa mencapai 5.360.000 orang, kemudian SMP dan sederajat Rp 271,6 Miliar (2,1 Juta siswa), SMA sederajat Rp 86 Miliar (481 ribu siswa), dan SMK/MA sebesar Rp 107, 6 Miliar (597 ribu siswa).

Cost unit tiap jenjang adalah untuk siswa SD sebesar Rp 25 ribu per tahun, kemudian SMP Rp 127.500 per tahun, dan SMA mencapai Rp 180 ribu per tahun. Jumlah terbesar penerima BOS Provinsi Jabar adalah Kabupaten Bogor yakni Rp 61,2 Miliar dengan jumlah siswa mencapai 952.404 orang. Yang terkecil Kota Banjar Rp 3,5 Miliar untuk 40.492 siswa

Pada tanggal 7 Mei mendatang rencanannya peluncuran BOS akan dilakukan di Kabupaten Subang oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Komite Sekolah

Komite Sekolah dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas). Komite Sekolah dibentuk di setiap satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan. Keberadaan Komite Sekolah kini telah diperkuat dari aspek legal karena telah dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pada Pasal 56.

Komite Sekolah dibentuk agar ada suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas sekolah. Komite Sekolah yang dibentuk dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, demografis, ekologis, nilai kesepakatan.

Oleh karena itu, Komite Sekolah yang dibangun harus merupakan pengembang kekayaan filosifis masyarakat secara kolektif. Artinya, Komite Sekolah mengembangkan konsep yang berorientasi kepada pengguna (client model), berbagi kewenangan (power sharing and advocacy model), dan kemitraan (partnership model) yang difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan.

Pemberdayaan Komite Sekolah selalu dilakukan pemerintah, di antaranya dengan melakukan pelatihan-pelatihan. Penjelasan mengenai pemberdayaan Komite Sekolah tersebut, silakan klik