Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2010

KENAPA SENANG MEMBUAT ORANG MARAH ?

Bagi seorang muslim, nabi muhammad adalah fondamen keyakinannya setelah Alloh, Muslim adalah orang-orang yang taat patuh terhadap ajarannya yang dibawa olehnya adalah nilai-nilai luhur yang saling menjunjung tinggi harkat kemanusiaan. tidak mencela dan melecehkan derajat kemanusiaan. siapapun dia, dari kalangan masyarakat atas dan masyarakat bawah, terdidik maupun tidak, seorang kulit hitam ataupun putih, cacat ataupun tidak. kecuali yang sudah ditetapkan oleh Alloh untuk dihinakan. Nabi Muhammad adalah simbol islam, maka siapapun yang berani menghinakannya berarti menghina semua umat islam dimanapun ia berada siapapun dia. Sungguh tidak beradab orang yang coba menggambarkan postur dan wajah nabi dengan manusia apapun yang ada saat ini. Sungguh tidak akan ada yang menyamainya dengan manusia apapun yang ada didunia. beliau adalah manusia utusan Alloh untuk seluruh umat. mengajarkan akhlak dan moral kemanusiaan yang tertinggi yg bisa dinilai oleh manusia didunia, tapi juga untuk kesela

JABAR GEMPA LAGI ...

Baru beberapa waktu yang lalu Jabar ditimpa berbagai musibah dari yang kecil sampai yang besar, beberapa bulan yang lalu menimpa Jabar, kini kita dikagetkan lagi dengan peristiwa Gempa yang terjadi di SUKABUMI. Informasi dari BMKG Bandung menyebutkan, gempa berkekuatan 6.0 skala Richter terjadi Selasa (18/5) pukul 18.59 WIB. Pusat gempa di 8.22 LS, 107.21 BT, 147 Km tenggara Sukabumi, dengan kedalaman 13 Km. Guncangan gempa sangat mengagetkan warga di Kec. Jampang Kulon, K Sukabumi. Mereka sempat berlarian keluar rumah saat guncangan terjadi. “Kami sempat berlarian keluar rumah saat gempa terjadi. Kami merasakan getaran cukup kuat,” kata Ny. Uun, warga Jampang Kulon, keika dihubungi PRLM. Getaran juga dirasakan warga Sindangbarang di wilayah Selatan Kabupaten Cianjur. Warga di sana sempat meninggalkan rumah karena trauma dengan kejadian gempa yang merusak rumah mereka beberapa waktu lalu. Namun setelah yakin tidak ada gempa susulan, mereka kembali ke rumahnya masing masing. Gunc

Pendidikan Anak PRANATA

Pendidikan Islam bagi anak Pranatal / Pralahir atau Dalam Kandungan Oleh A. Fatih Syuhud Ditulis untuk Buletin SANTRI Ponpes Alkhoirot Putra, Malang Dalam pemahaman konvensional, pendidikan anak paling awal disebut dengan istilah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ruang Lingkup PAUD dimulai dari sejak lahir sampai usia 8 tahun. Dalam ilmu pendidikan, PAUD terbagi menjadi empat tahapan yaitu infant atau bayi (usia 0-1 tahun), toddler (2-3 tahun), preschool/ kindergarten children atau anak usia TK (3-6 tahun), dan early primary school (SD Kelas Awal) (6-8 tahun) Namun, dalam buku Prenatal Classroom (1992) karya F. Rene Van De Carr & Marc Lehrer dinyatakan bahwa pendidikan anak sebaiknya dimulai sejak dalam kandungan yang disebut dengan prenatal education (pendidikan sebelum lahir). Versi Bahasa Indonesia buku ini berjudul Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan, diterbitkan oleh Penerbit KAIFA, Bandung, 1999. Pendapat Van De Carr & Mark Lehrer di atas diperkuat

Apakah Kita Masih Berharap kepada Generasi Muda ?

Sungguh miris rasanya saat kondisi sekarang, melihat fenomena perilaku anak-anak. Bagaimana tidak, kalau kita melihat ada kumpulan anak-anak baik sedang bermain ataupun ketika berinteraksi dengan sebayanya, pasti disela-sela omongannya selalu terselip kata-kata binatang, belum lagi sikapnya yang jauh dari sikap sopan terhadap orang-orang dewasa. belum lagi fenomena pergaulan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sampai Perguruan TInggi membuat kita sering mengelus dada, apakah masih kita bisa berharap generasi sekarang ini mampu mengemban harapan dari generasi tua ?. Perilaku hidup bebas sudah bukan merupakan hal yang aneh dilingkungan mereka. kita bisa melihat dan mendengar dari media TV atau ditengah lingkungan sendiri bagaimana hidup bersama seperti layaknya pasangan suami istri sudah bukan merupakan hal yang tabu lagi. Hasil penelitian menunjukan generasi muda mulai bergeser yang dulu hidup serumah dilakukan oleh tingkat mahasiswa, kemudian tingkat SMA, sekarang sudah mulai bergerak ke

Gubernur Kalsel Wajibkan Siswa Belajar Al Quran

Ini yang baru dari kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya yang umumnya lebih bernuansa politik. Kali ini keperdulian terhadap agama Hidayatullah.com--Mulai tahun ajaran 2010, baca tulis Al Quran menjadi salah satu materi wajib belajar bagi seluruh sekolah di Kalimantan Selatan (Kalsel), kata Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarmasin, Minggu (16/5). Menurut Rudy, hal itu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tentang wajib belajar Al Quran di sekolah umum mulai tahun ajaran 2010-2011. Penerapan Perda tersebut telah resmi diberlakukan pada khataman Al Quran bersama 5.653 pelajar SD/MI dan SMP/MTs sederajat di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Menurut dia, penerapan Perda baca tulis AL Quran tersebut sebagai salah satu upaya strategis Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendorong terwujudnya generasi Qurani. "Saya ingin generasi muda Kalsel akan tumbuh menjadi generasi islami yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia," katanya. Dengan adanya Perda te

MENGUKIR UMUR SEJARAH

Oleh: Ahmad Mukhlis Yusuf (Praktisi Manajemen, Pemerhati Kepemimpinan, tinggal di Bogor) Ada yang berkesan dari perbincangan pagi itu antara peserta Rakernas LKBN ANTARA yang berkunjung memenuhi undangan sarapan pagi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di rumah jabatan Wisma Pakuan, Bandung, baru-baru ini. Rakernas kami tahun ini diadakan di Bandung. Perbincangan kami pagi itu adalah seputar bagaimana melakukan karya terbaik buat negeri ini. Salah satu perbincangan paling berkesan adalah ajakan Gubernur tentang bagaimana setiap manusia sejatinya memiliki kesempatan sama untuk mengukir umur sejarah yang dapat melampaui umur biologis. Apa pun jabatan dan amanah kemanusiaan yang disandangnya. Gubernur bertutur tentang sejarah Wisma Pakuan. Gedung indah dan megah itu masih tegak berdiri meskipun sang arsitek telah wafat. “Banyak orang mengenang siapa arsitek dan yang membangunnya”, demikian Gubernur menambahkan. Dalam catatan sejarah, gedung itu awalnya dibangun sebagai kediama

BOS PROVINSI Rp 599,9 M SIAP DIKUCURKAN

Alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Jawa Barat 2010 mendekati angka Rp 600 Miliar. Bantuan itu sebagai program penguat BOS Pusat yang digelontorkan kepada pelajar seluruh jenjang mulai dari SD hingga SMA dan sederajat yang totalnya mencapai 8.570.252 orang. BOS provinsi bagi 26 Kabupaten dan Kota se Jawa Barat tahun ini tepatnya sebesar Rp 599,9 Miliar Hal itu disampaikan Kabid Dikmenti Dinas Pendidikan Jabar Asep Hilman dalam Konfrensi Pers di Ruang Malabar Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (4/5/2010). Pemberian dana BOS provinsi ini merupakan yang kedua kalinya, sejak pertama kali digulirkan tahun lalu. "Sesuai UU Sisdiknas dan UU Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom, pembiayaan pendidikan ditanggung secara bersama-sama. Kami berusaha memenuhi kewajiban tersebut, meskipun jumlah yang disediakan saat ini masih jauh dari harapan," ujar Asep. Lebih lanjut Asep menyatakan, dana BOS provinsi ini diberikan untuk

Komite Sekolah

Komite Sekolah dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas). Komite Sekolah dibentuk di setiap satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan. Keberadaan Komite Sekolah kini telah diperkuat dari aspek legal karena telah dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pada Pasal 56. Komite Sekolah dibentuk agar ada suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas sekolah. Komite Sekolah yang dibentuk dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, demografis, ekologis, nilai kesepakatan. Oleh karena itu, Komite Sekolah yang dibangun harus merupakan pengembang kekayaan filosifis masyarakat secara kolektif. Artinya, Komite Sekolah mengembangkan konsep yang berorientasi kepada pengguna (client model), berbagi kewenangan (power sharing and advocacy model), dan kemitraan (partnership model) yang difokuskan p