Kamis, 22 April 2010

Judi Kok Dilegalkan ?

Bagaimana pandangan kita tentang judi ?
tidak kah kita lihat dampak dari perilaku judi itu ?
saya punya kisah yang saya lihat sendiri bagaimana sebenarnya orang yang suka berjudi itu dampaknya baik untuk sendiri maupun untuk orang lain
Dilingkunganku selalu diadakan pengamanan lingkungan atau bahasa kerennya "Ronda", sambil menunggu waktu keliling biasanya bisa ditebak, kegiatan yang dilakukan untuk mengisinya adalah maen kartu gapleh... sudah gak aneh... bisa ditebak kalo sudah asyik maen biasanya suka lupa waktu... waktu keliling biasanya terlupakan. saya merasakan sendiri mereka malah asyik maen terus sampai lupa waktu bahkan kalo tidak dingatkan pasti sampai pagi keliling lewat. kalo ada kejadian siapa yang disalahkan. ini contoh yang tidak menggunakan uang. bayangkan kalo sudah dengan uang..., pasti nafsu menangnya sangat tinggi, yang terpikir bagaimana bisa menang... tidak peduli anak istri pekerjaan. bahkan makan sendiri sering kali lupa... . bahkan sampai lupa waktu. boro-boro sholat.. mandi saja kadang-kadang kaga (bayangkan bau apa hayo). waktu saya masih kecil di kampung, waktu itu musim Undian Porkas. rata-rata pekerja di saya itu proyek bangunan, setiap waktu gajian sabtu malam pulang uang gajian habis. keluarga yang menunggu gajian hanya menerima seadanya saja, bahkan yang paling menyedihkan minta uang ke istrinya, dengan dalih uang gajian di copet. sedih rasanya.
bahkan di media kita lihat sampai berani mencuri atau menjual harta keluarga hanya untuk bisa main.
apakah tidak terpikirkan oleh mereka yang menggugat legalnya judi, dampaknya kalo judi menjadi legal, di larang saja judi menjamur dimana-mana. apalagi kalo dilegalkan. bagaimana kalo ada kasus kejahatan diakibatkan oleh judi... apakah polisi tidak boleh menanganinnya.
yang meminta judi dilegalkan saja orang dari tingkat pendidikan saja tidak teruji, belum lagi kelakuannnya seperti apa, bagaimana sikapnya terhadap anak dan istrinya.
bngung deh.. bagaimana negeri ini nasibnya... bingung dehh

Rabu, 21 April 2010

KORUPSI BANYAK, SIAPA YANG PANEN ?

Setiap hari kita selalu disuguhi berita Koran atau media elektronik tentang banyaknya pejabat atau orang yang terlibat kasus korupsi. Ketika kasus korupsi terbongkar orang yang tersangka pasti mengangkat pembela yang tujuannya adalah membantu menyelesaikan kasus yang sedang menimpanya


Makanya tidak heran, setiap kasus pasti selalu ada saja yang membelanya. Baik kasus itu sudah terang benderang ataupun masih remang-remang (kayak warem aja…). Semakin besar kasusnya semakin bonafid orang / lembaga yang membelanya. Kasus Pa Harto, sudah sama-sama kita ketahui, persoalan korupsinya sudah sedemikian besar dan menggurita. Ada pengacara yang membela mati-matian. Kita tadak tahu apakah tujuan membela kasus yang sudah jelas-jelas salah, tidak habis pikir bagaimana pengacara tersebut mau membelanya ? apakah karena materi yang menjadi imbalan sedemikian menggiurkan ? waw …, bagaimana tidak menggiurkan. Logikanya sederhana orang yang kepepet menghadapi masalah apalagi kalo sudah berhadapan dengan bayangan kamar kecil yang dijeruji besi, makan dibatas, harus gabung dengan beberapa orang dalam kamar sempit, tidak bebas. Apa saja pasti dibeli supaya tidak mengalami seperti bayangan buruknya. Pengacara dianggap sebagai malaikat penolong akan dibayar berapapun kalau mampu membebaskannya. Yang seperti ini rasanya yang sangat bermasalah ini. Bagaimana mungkin membebaskan orang yang telah merampok hak kenikmatan jutaan orang digunakan untuk memperkaya pribadi. Dan pengacara yang membela mati-matian supaya kliennya bebas inilah yang kurang ajar. (maaf emosi).

Tapi kalo ada seseorang atau masyarakat yang di zalimi kemudian ada pengacara yang masih memiliki nurani untuk membela yang lemah lah yang perlu kita acungi jempol. Walaupun dia tidak dibayar tetapi tetap dia gigih berjuang menolong yang lemah tersebut.
Apakah di jaman sekarang masih ada orang seperti tersebut ? wallahu a’lam, tapi kita yakin di setiap masa akan ada selalu orang yang memiliki integritas moral, peduli dengan persoalan negeri ini. Mereka tidak muncul di berita-berita, tapi dengan orang seperti inilah keberkahan negeri ini bisa di capai.







SIAPA YANG DIUNTUNGKAN KORUPSI ?


Beberapa hari ini media kita sangat sibuk, dengan berbagai macam berita yang berkaitan seputar kejadian-kejadian yang sangat memusingkan kita. sakit mata dan kepala kita rasanya kalau kita mengikutinya. Ditengah masyarakat yang masih dirundung berbagai macam musibah. banyak pejabat yang memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri. dengan alasan-alasan yang sangat tidak bermoral.
Negeri ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu, dari cengkraman penjajahan bangsa asing. tapi kini setelah semua terusir dari negeri tercinta ini. masalah tidak pernah lepas dari negeri tercinta ini.
Berapa lama kita sebenarnya menikmati kemerdekaan ini dan siapa sebenarnya yang menikmatnya ?... bingung deh...

Negeri ini negeri yang subur, ingat kata koes plus (tidak hafal, he he..) tongkat dan kayu jadi tanaman. ini untuk menggambarkan betapa negeri ini adalah negeri yang makmur dan kekayaannya mampu untuk memakmurkan seluruh rakyatnya.

tapi apa yang terjadi, orang-orang terbaik (katanya...) yang memegang jabatan di semua lini kekuasaan, mereka adalah lulusan-lulusan terbaik dari seluruh perguruan tinggi terbaik (katanya...) tapi yang menjadi unggulan intelektual tidak bisa dijadikan patokan untuk bisa mengelola negeri ini dengan amanah.
Gelimang materi dan bujukan kekayaan bisa mengalihkan rasionalitas menjadi budak kekayaan ini. sampai kapan negeri ini akan terbebas dari tangan-tangan kotor kekuasaan , sampai kapan ? ... cape rasanya kalau terus mengharapkan kemajuan negeri ini pada orang-orang yang salah mengurus negeri ini. padahal orang-orang tersebut pasti orang tuanya mengajarkan moral, etika dan agama (agama apapun pasti mengajarkan moralitas).
Tidakkah engkau teriris melihat anak bangsa yang kelaparan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi sedangkan engkau berebut sesuap berlian. Mereka orang-orang miskin berjuang untuk mempertahankan hidup, kalian berjuang untuk memperkaya pribadi. tidakkah engkau akan pulang ke akhirat dengan kain kafan saja, kekayaanmu akan engkau tinggalkan, orang-orang yang selalu membelamu akan meninggalkanmu. tapi hutang-hutang mu terhadap hak orang miskin akan meminta pertanggung jawaban kepada mu di akhirat. Hai ... koruptor hentikan sekarang juga perbuatanmu ..., jangan engkau tunggu azab datang menimpamu..., lihat mereka yang telah menjadi korbanmu, engkau tertawa sedangkan mereka menangis karena jatahnya telah engkau rampas...

Wahai... para pengelola negeri ini, engkau diangkat karena kepercayaan bangsa ini kepadamu, mereka berharap engkau bawa perahu negeri ini ke samudra kemakmuran, bukan samudra kehancuran..., Insyap lah segera wahai... koruptor laknatullah...