Rabu, 30 September 2009

Photo-photo kerusakan Akibat gempa di Padang













Diet Bagi Penderita Maag

Tanya :
Saya (30) sudah menderita maag (gangguan lambung) sejak remaja. Karena itu, agar maag tidak kambuh, saya selalu mengusahakan makan dengan teratur setiap harinya. Sayangnya, kini saya merasa memiliki kelebihan berat badan. Saya ingin sekali mencapai berat badan ideal. Pola makan bagaimana yang cocok untuk kondisi saya?

dxxx@yahoo.co.id

Jawab:
Meski menderita gangguan lambung, prinsip diet untuk menurunkan berat badan tetaplah sama, yaitu makan teratur dan mengurangi asupan lemak (minyak). Berat badan ideal dapat dicapai dalam beberapa tahap. Tahap pertama, Anda cukup menurunkan berat badan sekitar 5-10% dari berat badan yang sekarang. Setelah tercapai, barulah membuat target selanjutnya dengan penurunan berat yang sama jumlahnya.

Makan dengan jarak yang teratur adalah prinsip utama. Makanlah setiap 3 jam, sementara itu pengobatan untuk penyakit maag tetap dijalankan. Jangan pernah membiarkan perut Anda terlalu lama kosong. Tidak masalah sebenarnya, bila Anda dapat membagi porsi besar makanan Anda menjadi beberapa porsi kecil. Artinya Anda boleh makan beberapa kali sehari asalkan dalam porsi setengah atau sepertiga dari porsi yang biasa Anda makan.

Makan dan mengunyah makanan dapat memacu pembakaran kalori. Inilah yang disebut efek termik (panas) makan. Jika makan makanan porsi kecil setiap tiga jam (total lima atau enam porsi kecil per hari), Anda akan membakar kalori 10% lebih banyak per hari daripada jika menyantap dua atau tiga porsi besar.

Penderita gangguan lambung juga harus menghindari makanan yang merangsang asam lambung, seperti terlalu pedas, asam, asin, terlalu manis, terlalu panas, atau terlalu dingin. Makanan yang menimbulkan gas, seperti nangka dan durian, juga perlu dihindari.

Ganti camilan dengan buah-buahan segar yang tidak asam. Minum susu nonfat tanpa gula atau teh hangat, juga tanpa gula. Sebagai teman minum teh, Anda boleh juga memilih biskuit crackers sebanyak 3 lembar. Di samping mengurangi makan, cobalah teratur berlatih olahraga aerobik, misalnya jalan kaki setengah jam sehari.
• VIVAnews




Hikmah Di Balik Bencana ...

Belum selesai dari ingatan kita tentang dahsyatnya gempa bumi di wilayah Jawa Barat, yang menimbulkan kerusakan material (terjadinya longsor, kerusakan bangunan) dan kerusakan non material seperti kematian yang merenggut ratusan orang, dan menimbulkan dampak fsikologi bagi masyarakat yang mengalaminya. bahkan sampai sekarang belum tuntas. Kini peristiwa itu terjadi lagi, sekarang menimpa kawasan Sumatra terutama yang paling mengalami kerusakan terberat adalah Sumatra Barat. sampai saat ini belum teridentifikasi secara jelas tingkat kerusakan yang ditimbulkannya dan juga jumlah yang menjadi korban, baik yang meninggal dunia ataupun yang mengalami cedera.
Kita Turut Berbelasungkawa atas musibah yang menimpa saudara kita disana. Tapi kita hendaknya tetap berprasangka baik terhadap Alloh atas semua yang terjadi. Insya Alloh ada hikmah yang bisa kita ambil dari setiap peristiwa yang terjadi.




Minggu, 27 September 2009

Puasa, Bersihkan Racun dari Tubuh


VIVAnews - Beberapa hari pertama puasa, biasanya Anda akan mengalami lemas, pusing, dan mengantuk. Jangan khawatir, kondisi itu normal, kok, karena tubuh Anda sedang melewati proses adaptasi terhadap pola makan yang baru.

Aktivitas menahan rasa lapar, dahaga dan emosi ini sangat baik bagi kesehatan. Menurut, ahli gizi dr. Samuel Oetoro MS, selama berpuasa (tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam), sel-sel dan organ-organ tubuh yang berhubungan dengan sistem saluran cerna, juga ikut beristirahat.

"Saat itu, selain sel tubuh terhindar dari kelelahan, tubuh juga melakukan proses detoksifikasi atau membersihkan diri dari zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh, baik lewat makanan maupun lewat udara yang dihirup. Ketika organ pencernaan beristirahat, tubuh memiliki energi untuk mengerjakan hal lain, yaitu membuang racun
atau toksin yang menumpuk," kata Samuel.

Ketika berpuasa, racun, sel mati, jaringan rusak, dan kelebihan lemak yang menumpuk dalam tubuh, akan dibakar dan 'dipaksa' keluar dari tubuh. Ketika 'sampah-sampah' itu keluar, secara otomatis sel-sel tubuh diberi kesempatan memperbarui (rejuvenate) diri setelah sekian lama bekerja keras.

Meski begitu, sel-sel tubuh ini tetap memerlukan makanan. Inilah yang perlu diatur dengan benar, agar sel yang tidak makan selama 14 jam ini tidak sampai kekurangan sumber energi. Jadi, dr. Samuel menegaskan, saat menjalani puasa di bulan Ramadan, jangan sampai Anda melewatkan makan sahur. Seberapa pun rasa kantuk yang menyerang, Anda sebaiknya menyempatkan diri untuk sahur.

Cara makan sahur juga tidak boleh sembarangan. Tak lama setelah bangun tidur, segeralah menyantap makanan, tentunya yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Selanjutnya, kira-kira setengah jam menjelang imsak, Anda perlu makan lagi. Konsumsilah makanan yang lebih ringan, tapi mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi (misalnya, kentang), dan bukan karbohidrat simpleks (misalnya, gula).

Selain itu, jenis makanan saat berbuka puasa juga perlu diperhatikan. Dokter Samuel tidak menyarankan Anda untuk langsung menyantap berbagai jenis makanan manis tersebut, karena tidak sehat. Yang sebaiknya pertama kali disantap adalah jus buah tanpa gula (sari buah, dan bukan buah yang dihaluskan).

Hal ini perlu dilakukan agar gula darah segera naik, tetapi hormon insulinnya tidak ikut dirangsang. Dalam proses pencernaannya, gula dari buah-buahan tidak memerlukan hormon insulin, sehingga tidak merangsang kerja pankreas.


10 Makanan Pembakar Lemak


VIVAnews - Jika ingin menyantap makanan sehat untuk berbuka puasa, khususnya yang tidak membuat lemak makin menimbun dalam tubuh, Anda wajib melirik beberapa makanan di bawah ini.


1. Air putih! Ini memang bukan makanan. Tapi air adalah penekan lapar alami. Air terdapat lebih dari 80% di otak dan darah Anda dan sangat penting fungsinya bagi kesehatan. Penelitian telah membuktikan bahwa air dapat mempercepat proses penurunan berat badan. Para peneliti di Jerman menemukan, para pengikut diet dapat mempercepat metabolisme tubuh sebanyak 30% dengan hanya meminum 17 ounces air putih. Jadi, minum juga akan mengurangi rasa lapar.

2. Teh hijau. Kafein dapat mempercepat metabolisme tubuh. Yang paling baik adalah kafein yang berasal dari teh. Ternyata teh hijau sangat baik meningkatkan metabolisme, tapi tidak memberi rangsangan pada tubuh. Minuman ini juga mengandung antioksidan yang bisa mengusir kanker dan menjauhkan penyakit jantung.

3. Sayuran pembuka. Sebagai pembuka hidangan, konsumsilah sayur sebanyak-banyaknya. Inilah cara terbaik untuk mengendalikan nafsu makan Anda selama seharian penuh. Serat juga akan membantu mengurangi kalori dan menurunkan berat badan tanpa merasa lapar.

4. Susu nonfat. Susu rendah lemah atau yoghurt dan keju penting untuk menurunkan berat badan. Kalau Anda alergi terhadap produk susu, beli saja produk yang telah ditambah kalsium dan vitamin D seperti tahu atau susu kedele. Ingat, jangan mengonsumsinya dengan banyak gula!

5. Sup sedap. Sup bukan saja dijadikan sebagai pembuka makanan, tapi juga sebagai cemilan (makanan ringan). Menurut penelitian di Penn State University, para pendiet yang makan sup sebelum makan siang dapat menurunkan 100 kalori per hari. Sup yang terbaik ialah kaldu atau sup tomat, bukan sup krim. Karena sup krim kalorinya lebih tinggi.

6. Pilih yang Putih. Pilihlah beras merah atau gandum dengan sedikit proses (bukan roti putih, pasta putih atau nasi putih). Makanan ini banyak mengandung serat. Perut kita akan terasa cepat kenyang sekaligus mempercepat metabolisme tubuh. Serat lebih sulit dihancurkan sehingga metabolisme tubuh bertahan lebih lama.

7. Protein murni! Coba makan dada ayam (tanpa kulit dan pilih ayam panggang yang tidak banyak lemak). Mengonsumsi protein akan menghilangkan lemak dan membangun otot Anda.

8. Havermut. Sarapan havermut setiap pagi ternyata baik untuk kesehatan. Serat havermut termasuk karbohidrat yang baik dikonsumsi, menurunkan kolesterol dan memberikan rasa kenyang. Tapi jangan yang "instant."

9. Buah segar dan sayuran. Serat yang larut air berasal dari buah dan sayuran ditambah isi airnya menjadikan kedua makanan ini sebagai pelarut lemak yang baik. Makanlah sayur yang banyak dan turunkan kalori Anda.

10. Jeruk Bali. Jeruk yang banyak mengandung vitamin C ini efektif menurunkan tingkat insulin dan berat badan Anda.


TANDA-TANDA MALAM LAILATUL QADAR DAN KOREKSI TERHADAPNYA

Diantara kita mungkin pernah mendengar tanda-tanda malam lailatul qadar yang telah tersebar di masyarakat luas. Sebagian kaum muslimin awam memiliki beragam khurofat dan keyakinan bathil seputar tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menggonggong, dan beberapa tanda yang jelas bathil dan rusak. Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah jelas kebathilannya karena tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadist yang mendukungnya. Yang benar tanda-tanda malam lailatul qadar yang pernah disebutkan oleh hadist Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam paling tidak ada empat yang dapat kita ketahui bersama meskipun tanda-tanda tersebut tidak harus ada. Diantaranya:

1. Udara dan suasana pagi yang tenang

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya

Dari ubay bin ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)

3. Terkadang terbawa dalam mimpi

Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum

4. Bulan nampak separuh bulatan

Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,

“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

Referensi: Majalah Adz-Dzakiroh edisi khusus Ramadhan-Syawal 1429 Hal. 27-28




Di Belanda Idul Fitri Tak Dikenal

Meskipun menjadi hari raya terpopuler kedua di Belanda setelah Natal, namun orang Belanda secara umum tidak kenal apa itu Idul Fitri. Mereka lebih mengenalnya sebagai Suikerfeest (Hari Raya atau Pesta Gula).

Bagaimana itu bisa terjadi? Karena pada hari itu orang-orang muslim merayakannya dengan suguhan serba manis, begitu jawaban standar orang-orang Belanda yang ditanyai detikcom.


'Orang muslim' dalam pengertian umum masyarakat Belanda langsung terasosiasi pada warga Turki atau Marokko. Oleh sebab itu tradisi mereka juga kuat melekat sebagai citra tradisi muslim. Bahwa ada muslim Belanda asli, etnik lain, atau muslim Indonesia (termasuk generasi pertama dari Maluku) yang punya tradisi sendiri, dengan kuliner didominasi rasa gurih, nampaknya tak bisa mengubah citra itu.

Kalau pada hari Idul Fitri anda bertamu ke orang Turki atau Maroko, suguhan yang dominan memang serba manis. Di antaranya kue chorida (Maroko), lokum, halva (camilan dengan wijen, gula, madu) dan baklava (Turki). Suguhan ini biasanya dikombinasi dengan kopi atau teh dengan daun mint segar.

Orang Turki sendiri di negara asal dalam bahasa ibu mereka punya penamaan sendiri untuk Idul Fitri, yakni Seker Bayrami (seker = gula, bayrami = hari raya atau pesta). Kuat dugaan dari nama Seker Bayrami dan tradisi camilan serba manis itulah terjadi proses morfologi kata Suikerfeest di kalangan orang Belanda dan penutur bahasa Belanda.

Sebaliknya orang Indonesia di Belanda agak kurang terbiasa dengan nama Suikerfeest ini. Lidah orang Indonesia lebih nyaman menyebutnya Idul Fitri atau lebaran. Oleh sebab itu tradisi ketupat sayur, opor ayam, rendang, gulai ikan, dan sejenisnya tetap tak tergeser atau latah dengan sajian serba manis. Selama Idul Fitri ragam kuliner top Nusantara itu tetap mendominasi meja makan keluarga muslim Indonesia di Belanda.

Orang Indonesia umumnya juga lebih kritis dan kurang sreg menggunakan nama Suikerfeest. Zaman dulu gula memang simbol kemakmuran dan kesejahteraan, tetapi kini persepsi kesehatan terhadap gula justru kurang menguntungkan. Selain itu nama Suikerfeest juga dinilai dapat memunculkan bias dari makna Idul Fitri sebenarnya.



Selamat Meraih Kemenangan ....

Tiada gambaran kebahagiaan yang sulit untuk digambarkan adalah manakala kita di tolong oleh Alloh untuk sampai pada hari kemenangan yaitu Idul Fitri. Perjuangan selama sebulan yang dilakukan dalam mengendalikan hawa nafsu oleh alloh dibayar di dunia dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang yang shaum. Dengan dikumandangkannya Takbir, Tahlil dan tahmid merupakan ekpresi dari rasa syukur atas pertolongan Alloh sehingga kita bisa menyelesaikan perjuangan yang membutuhkan kesabaran. Taqqobbalallahu minna wa minkum Taqqobbalallahu ya.. kariim... Semoga Alloh menerima ibadah kita selama dibulan Ramadhan ini....
Kepada para netter... dari lubuk hati yang paling dalam saya ucapkan " Mohon Maaf lahir dan Bathin "




Kamis, 10 September 2009

Keajaiban Ramadan, Pekerja Asing di Saudi Berbondong Bondong Masuk Isl

Bulan suci Ramadhan telah menjadi saat yang populer bagi banyak non-Muslim, terutama para pekerja migran Filipina, untuk masuk agama Islam.

Setiap hari di, Islamic Centre di seluruh penjuru Arab Saudi membuka pintunya bagi para pekerja migran non-Muslim yang memutuskan untuk bergabung dengan agama tercepat pertumbuhannya di dunia ini. Selama bulan Ramadhan, organisasi-organisasi Muslim mengadakan kamp-kamp yang diikuti para pekerja migran yang ingin berbuka puasa.

Salah satu Islamic Centre, Cooperative Office for Call and Guidance at Al-Bat'ha (COCG Al-Bat'ha) di Riyadh, menyaksikan sekitar 200 calon mualaf dari berbagai negara datang ke tempatnya setiap bulan.

“Terima kasih pada Allah, jumlah mereka yang masuk Islam setiap bulan antara 180-200 orang, dari berbagai negara,” ujar direktur COCG, Sheikh Nouh al-Qarain.

“Sebagian besar dari mereka ingin masuk Islam karena konsep ketauhidan. Mereka ingin menyembah satu Tuhan dan hanya satu,” ujarnya.

Proses menjadi seorang Muslim melibatkan pencarian ilmu pengetahuan tentang agama Islam dan mengikuti upacara yang dipimpin oleh seorang imam, di mana mualaf diminta untuk mengucapkan dua kalimat shahadat.

Reaksi dari para mualaf setelah itu beragam. Seorang mualaf dari Filipina bernama Adcel Maglintian, mengatakan bahwa Islam memberinya sebuah kehidupan baru.

“Saya merasa seperti bayi yang baru lahir, kehidupan baru, kehidupan baru, jadi sekarang saya akan memulai kehidupan baru saya sebagai seorang Muslim. Saya sangat, sangat, sangat senang,” ujarnya.

Mualaf lain dari Filipina yang bernama “Bebido” mengatakan ia memilih menjalankan sholat lima waktu dalam sehari daripada kehidupannya dulu sebagai seorang Kristen.

“Ketika saya masih beragama Kristen, saya hanya datang ke gereja tiga hingga lima kali dalam setahun, namun dalam Islam saya tahu bahwa sholat dilakukan lima kali dalam sehari, saya melaksanakannya untuk berterima kasih pada Tuhan. Itulah mengapa saya masuk Islam, itulah mengapa saya perlu merasakan inti Islam dan menjadi seorang Muslim untuk berterima kasih pada Allah,” ujarnya.

Beberapa mengatakan bahwa Ramadhan menginspirasi mereka.

“Saya merasa senang karena kami akan makan malam bersama saat buka puasa tiba. Itulah mengapa jika saya berbuka sendirian, saya tidak merasa gembira karena saya ingin berkumpul dengan saudara-saudara baru saya dalam Islam,’ ujar seorang mualaf Filipina, Omar.

Arab Saudi menerima pekerja migran Filipina dalamjumlah terbesar di seluruh kawasan Timur Tengah. Setidaknya 200.000 pekerja Filipina masuk ke Arab Saudi hanya pada tahun 2007.

Total jumlah mereka diperkirakan sekitar 800.000 orang.

Setelah masuk Islam, para pekerja migran itu didorong oleh Islamic Centre dan imam untuk terus belajar tentang Islam untuk memperkuat keyakinan mereka.

“Apa yang akan kami lakukan sekarang adalah memberikan mereka pengetahuan dasar tentang Islam, Tauhid, Hadist, Al Qur’an, Fikih, dan yang lainnya, sangat dasar untuk mereka,” ujar seorang penceramah Filipina Sheikh Abdul Qadir Al Alabani.

Al Qarain, kepala Islamic Centre, berimigrasi dari Filipina ke Arab Saudi lebih dari 20 tahun yang lalu, dan merupakan salah satu penceramah non-Arab di negara tersebut.

Seorang anggota Universitas Rumah Sakit Abdul Aziz, ia menghabiskan waktu luangnya untuk berceramah di kalangan komunitas Filipina di Riyadh. Ia juga membawa sekelompok calon mualaf bersamanya setiap sholat Jumat.

Ia mengatakan hal yang paling sulit dan memakan waktu paling banyak adalah mengajarkan pada para mualaf baru detail tentang Islam setelah mereka resmi masuk Islam.

Diawasi oleh Kementerian Arab Saudi, COCG adalah Islamic Centre tertua dan salah satu yang paling aktif dalam hal ini. Beroperasi melalui sejumlah kamp yang berlokasi di wilayah-wilayah dengan populasi tinggi pekerja Asia, dan memiliki para penceramah yang mendedikasikan diri untuk membantu para non-Muslim masuk Islam.

Terdapat sekitar 18 Islamic Centre seperti COCG di Riyadh, dan lebih dari 215 diseluruh Arab Saudi.

Selain menyediakan makanan berbuka untuk 5000 orang setiap harinya di bulan Ramadhan, Islamic Centre juga memberikan ceramah gratis dan setiap dua tahun sekali mengajak kaum Muslim menunaikan umroh. (rin/wb/smedia)

4 Keajaiban alqur'an

dakwatuna.com – Serang. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Banten, KH Mahmudi mengatakan, Al Quran sebagai pedoman hidup umat Islam memiliki 4 keistimewaan.
“Pertama, Al Quran ditulis dengan menggunakan bahasa Arab. Kedua, dengan hanya membaca Al-Quran seorang muslim sudah mendapatkan pahala, apalagi memahami sekaligus mengamalkannya, ” kata Mahmudi di Serang, Jumat.


Pernyataan Ketua MUI Kota Serang tersebut terkait dengan peringatan Nuzulul Quran yang jatuh setiap hari ke-17 Ramadhan. Pada tahun ini, yang akan terjadi terjadi pada Senin (7/9) malam.
“Jika diartikan ke beberapa bahasa di dunia Al Quran itu fleksibel. Keempat, jika dibaca dengan cara dilantunkan maka Al Quran menghasilkan nada yang merdu,” katanya.
Ia juga menjelaskan,substansi Al Quran juga mengandung makna yang tak terhingga. Mahmudi menuturkan, hari ke-17 Ramadhan adalah saat pertama kali Nabi Muhammad menerima wahyu Allah SWT selaku nabi. Al-Quran memuat segala sesuatu tentang dunia dan akhirat.
“Seorang muslim yang menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup niscaya akan selamat di dunia dan akhirat,” kata pimpinan Pondok Pesantren Al-Mubarok, Kota Serang ini.
Mahmudi mengungkapkan, terkait pengamalan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari, Mahmudi mengakui masih lemah. Indikasinya, sebagian besar umat hanya sanggup membaca materi Al Quran, akan tetapi sedikit sekali dari mereka yang memahami.
Oleh karena itu dirinya mengusulkan, perlunya ada pelatihan membaca dan memahami Al Quran pada kurukulum pendidikan umum, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.
“Hal ini untuk menanamkan pengetahuan sejak dini. Kalau di lembaga pendidikan agama, seperti ponpes atau majelis taklim pembelajaran Al Quran sudah sangat intensif,” kata Mahmudi.
Di tempat terpisah, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Serang Muhyi Mohas mengajak semua elemen warga menghayati makna Al Quran.
“Terlebih di bulan Ramadhan, membaca Al-Quran mempunyai amal dan makna tersendiri. Ayat yang pertama kali diterima Muhammad adalah iqra (bacalah). Itu jangan dimaknai secara harafiah. Baca itu artinya membaca kehidupan, alam, gejala sosial, hingga perubahan. Umat Islam intinya harus cerdas. Diminta untuk rajin membaca,” tukas Muhyi. (ant)



Selasa, 08 September 2009

Google Mengambil Alih Domain YouTubeIslam.Com milik Yusuf Estes

Dengan dalih nama domain YouTubeIslam.com mirip dengan YouTube.Com yang dimilikinya, Google ngotot mengambil alih nama domain tersebut. Ada apa?

YouTubeIslam.Com yang terdaftar sebagai milik Yusuf Estes, akan diambil oleh Google dengan alasan domain itu mirip dengan YouTube.Com miliknya. Berita seputar pengambilalihan nama domain ini beredar di beberapa forum diskusi Islam sejak tanggal 27 Juli 2009, spt forum diskusi IslamOnline.Net dan IslamicAwakening.Com.

Dalam forum diskusi tersebut dikopikan email dari Yusuf Estes yang meminta agar berita mengenai pengambilalihan nama domain YouTubeIslam.Com oleh Google per tanggal 5 Agustus 2009 disebarkan secara luas.

Yusuf Estes adalah seorang dai kelahiran Texas tahun 1944. Ia berasal dari keluarga Kristen Protestan, dan menjadi Muslim di tahun 1991.

Ia dikenal giat menyebarkan Islam, terutama di Amerika Serikat. Ceramahnya dalam bentuk video dan tulisan-tulisannya sudah banyak beredar secara luas--termasuk di internet, membuat namanya dikenal hingga ke belahan dunia lain.

Dalam tulisannya yang dimuat di IslamNewsRoom.Com tertanggal 29 Juli 2009 dengan judul Google Vs. Yusuf Estes (pemilik YouTubeIslam.Com), Estes menceritakan seputar tindakan Google yang berusaha mengambil alih nama domain tersebut.

Awal tahun ini, firma hukum Google menghubunginya menyangkut domain YouTubeIslam.Com. Mereka berusaha mengambilnya dengan alasan domain itu menggunakan merek dagang milik mereka. Awalnya mereka beralasan bahwa logonya mirip. Hal itu disangkal oleh Estes. YouTubeIslam mempunyai logo berbentuk animasi dengan kotak persegi berwarna biru yang bergerak dan warna latarnya gelap. Jadi sama sekali tidak mirip.

Kemudian pihak mereka meneleponnya, meminta Estes menyerahkan domain, karena itu milik Google--sebuah perusahaan terbesar dan terkuat di dunia Internet. Sambil mengancam bahwa mereka bisa mempersulit siapapun yang menghalangi jalannya. Estes tidak gentar dan balik menantang.

Kemudian mereka menggunakan alasan bahwa domain tersebut bisa membuat bingung pengguna internet, karena sangat mirip dengan miliknya. Dengan alasan tersebut Google membawa kasus itu ke pihak arbritasi.



WARNING : Dalam beberapa hari mendatang youtubeislam.com akan dimiliki oleh Non Muslim
Dalam email yang disebarkan ke forum diskusi, Estes menuliskan, pihaknya tidak diundang dalam pertemuan dengan pihak arbritasi. Padahal untuk menghindari kemiripan--sebagaimana yang ditulisnya dalam email--Estes telah mengubah tulisan nama domainnya menjadi Yo Utu Beis Lam.com, dan bahkan mendaftarkannya sebagai merek dagang.

Tanpa pemberitahuan di awal, tiba-tiba Godaddy--tempat Estes membeli nama domain YouTubeIslam.Com, mengiriminya email yang berisi pemberitahuan, bahwa per tanggal 5 Agustus 2009 domain diambil alih oleh Google sebagai pihak pemilik YouTube.Com. Hal itu dikatakan sebagai keputusan dari pertemuan arbritasi internet.

Nama domain YouTubeIslam.Com sudah dibeli secara sah, bahkan telah dibayar hingga beberapa tahun ke depan. Tetapi karena tekanan dari Google, pihak Godaddy akan memproses transfer kepemilikan domain itu.

Estes mempertanyakan apa yang sebenarnya diinginkan Google, sebab sebelumnya Google pun sebenarnya pernah melakukan hal yang mirip kasus ini. Mereka mendapat tuntutan hukum karena YouTube.Com yang dibeli Google seharga USD1,3 juta sangat mirip bunyi ucapannya dengan UTube.Com, yang telah digunakan pemilik domain itu selama sepuluh tahun.

Adakah agenda licik Yahudi sebagai penguasa dunia internet bermain di belakang kasus ini? Sebagaimana diketahui, Estes menggunakan YouTubeIslam.Com untuk menyebarluaskan video terkait dunia Islam.

Sebagai antisipasi pengalihan domain itu, rekaman-rekaman video yang telah dimuat di YouTubeIslam.Com juga bisa dilihat di www.GuideUS.TV, www.BridgeToFaith.com, dan ]www.WatchIslam.com.[di/hidayatullah.com]

Provokasi Umat

PK-Sejahtera Online: Dua ledakan bom terjadi di hotel Riltz Carlton dan JW Marriot, memecah ketenangan Jakarta dipagi Jum’at 17 Juli itu. Darahpun kembali tumpah, 9 orang meninggal dunia dan sekitar 60-an orang luka-luka. Astaghfirullah ... provokasi apalagi ini?

Ummati... ummati... kata Rasulullah SAW, dengan suaranya yang lirih, saat-saat maut akan menjemput, beliau masih saja mengingat umatnya. Mungkin ada hal-hal tertentu yang sedang beliau bincangkan dengan Jibril, atau ada nubuwwah yang sedang diperlihatkan Allah SWT, hingga beliau sangat mengkhawatirkan keadaan masa depan umat Islam. Itulah ucapan beliau menjelang detik-detik wafatnya. Dan sebelumnya juga beliau SAW pernah memberikan wasiat panjang, dikala hajjataul wada’, beliau berpesan agar ummat Islam berpegang erat kepada dua pedoman yaitu Al-qur’an dan Sunnah. Dan agar menjaga tali persaudaraan sesama kaum muslimin.

Atau barangkali beliau terkenang kembali kepada peristiwa perang Uhud, kekalahan yang memilukan, dimana saat itu 70 orang pasukan kaum muslimin mati syahid. Termasuk paman Beliau SAW yang sangat beliau cintai yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib.

Peristiwa ini direkam dalam Alqur’anul karim dalam surat Ali Imran ayat 153, dimana Allah SWT menegaskan pelajaran berharga, apa yang terjadi dan apa akibatnya manakala kaum muslimin berselisih dan bertengkar. Kemenangan yang telah diraih pada tahap pertama peperangan justru berbalik menjadi kekalahan. Dikarenakan pasukan pemanah yang ditugaskan oleh Nabi SAW untuk tetap berada di Jabal Rumah (bukit Panah), mereka justru berselisih paham, dan sebagian besarnya justru turun dari atas bukit itu, akibat dipancing tentara Quraisy dengan menebarkan barang-barang berharga ditengah jalan. Akibatnya pasukan kaum Muslimin kehilangan kunci pertahanannya.

Bila kita tarik garis melewati ruang dan waktu, tentu kita bisa mengambil pelajaran bagaimana provokasi-provokasi itu bisa masuk ke tengah-tengah umat meskipun sudah diperingatkan oleh Allah dan RasulNya. Dalam kasus Iraq misalnya, bagaimana Syi’ah menyerang Sunni, dan Sunni menyerang Syi’ah. Ribuan korban telah berjatuhan. Berkali-kali mereka melakukan hal demikian, padahal musuh mereka adalah sang penjajah Amerika.

Hal yang sama terjadi pada kasus Palestina. Fatah menyerang Hamas dan Hamas menyerang Fatah, padahal musuh mereka adalah Zionis Israel. Ini tidak terlepas dari provokasi para penjajah Yahudi maupun Amerika. Demikian pula yang dialami kaum muslimin di Uighur Xinjiang. Mereka layak dibela, karena mereka diperlakukan secara diskriminatif, yang sejarahnya dulu dianeksasi dari Turkistan (1955).

Pemerintah Cina juga mencap muslim Uighur sebagai Wahabi, persis seperti istilah yang sering diungkapkan oleh Badan Inteligen Amerika, atau yang disebut George Bush dalam pidato-pidatonya. Jadi manakala umat Islam lemah, imunitasnya menurun, maka para provokator akan segera masuk dan menyelinap ke tengah-tengah umat. Padahal jelas Allah SWT mengingatkan, ”In jaa akum fasiqun binabain fatabayyanuu” (Jika datang kepada kalian orang fasik membawa berita, maka cek dan riceklah oleh kalian—QS 49:6).

Di negeri tercinta ini, Pemilu 2009 telah berlangsung dengan lancar. Dalam pilpres seluruh calon adalah muslim, tentunya dengan kualitas masing-masing. Berbagai kekuatan politik merapat membentuk koalisi-koalisi, dan ini sah-sah saja secara perundang-undangan.

Kejadian terakhir, kita dikejutkan oleh peristiwa tragis bom di kawasan Kuningan Jakarta. Sebentar lagi, dapat kita duga akan ada yang menuding bahwa kelompok Islamlah yang melakukan pengeboman tersebut. Demikianlah adanya, bila kita terus sibuk bertengkar sesama umat. Musuh-musuh bangsa justru memanfaatkan kelengahan dan kelemahan tersebut untuk memperkeruh suasana, sehingga membawa dampak yang merugikan bagi bangsa dan Negara. Inilah provokasi baru.

Adalah sebuah realita, bahwa akhir-akhir ini Negara-negara lain pertumbuhan ekonominya negatif, sementara Indonesia sebaliknya bergerak naik, sehingga investasi mengalir deras ke Indonesia. Sebagai sebuah kemungkinan modus, boleh saja dipertimbangkan dugaan adanya keinginan kelompok tertentu untuk memurukkan citra Indonesia dan mendiskreditkan Pemerintah. Buktinya, para turis, investor, orang yang akan bertandang ke Indonesia mulai berhitung. Bahkan rencana MU untuk laga tanding di Indonesia, langsung dibatalkan.

Oleh sebab itu sekali lagi, janganlah kita menjadi provokator umat ini. Marilah kita saling mengingatkan tawashau bil haq tawashau bishshobr, untuk tidak terprovokasi. Bila ada berita-berita yang tidak jelas, seyogyanya kita mencek dan ricek kebenarannya. Terkait validitas informasi, sahabat saja ada yang sampai disebut sebagai fasiq oleh Allah SWT. ketika tidak memperhatikan kebenaran berita. Wallahua’lam bishawwab.

Pengirim: MHN Update: 28/07/2009 Oleh: MHN

Rektor UT: Kepribadian guru jadi penilaian dasar kompetensinya

(03/06/2009 - 14:03 WIB)


Jurnalnet.com (Tengerang): Hingga kini persoalan guru tidak pernah ada habisnya. Hal tersebut menjadi persoalan serius bagi pemangku kepentingan. Sebab, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional mengisyaratkan bahwa guru adalah pendidik yang profesional.

Hal itu dikatakan oleh Rektor Universitas Terbuka (UT) Atwi Suparman disela-sela wisuda UT periode II tahun di Tangerang Selatan, Banten yang meluluskan 15 lulusan pasca sarjana (S2), 34.295 lulusan program sarjana dan diploma dari empat fakultas, yaitu fakultas ekonomi, ilmu sosial dan ilmu politik (Fisip), matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA) dan keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP), serta 80 orang lulusan akta mengajar.

Atwi menegaskan, profesionalisme guru tersebut mengandung fungsi dan peran yang jelas serta kedudukan yang jelas dan strategis dalam rangka pembangunan nasional. "Sebagai tenaga profesional, guru diharapkan mampu mendukung terlaksananya sistem pendidikan nasional, serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional," katanya.

Ia juga menekan pada pemantapan empat kompetensi guru yang meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial. Dengan standar kompetensi tersebut diharapkan guru sebagai pendidik profesional, mampu memahami peserta didik dengan baik sehingga perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dapat dikembangkan dengan baik.

”Guru diharapkan dapat tampil dengan lembut, sejuk, serta berwibawa. Kepribadian guru juga perlu dicermati, itu merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian. Ini menjadi dasar,” ungkapnya.

Hal itu menjadi penting, karena para siswa perlu dilindungi dan perlu mendapatkan ketenangan dalam proses pendidikannya, juga dalam kehidupannya. "Secara psikologis, guru dapat membawa ketenangan, menyenangkan dan mencerahkan bagi siswa. Dan itu hanya ada pada guru-guru yang mempunyai kompetensi kepribadian yang baik, dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik," katanya.

Sehingga perlu ketika institusi pendidikan merekrut dan mendidik calon guru serta melakukan penilaian terhadap kinerja guru, maka seharusnya nilai kepribadian itu harus menjadi tumpuan penilaian.

“Hal yang sama, bahwa penilaian kompetensi kepribadian ini berlaku pula bagi dosen. Sebab guru dan dosen tidak boleh tampil sangar dan keras. Dosen harus mampu mengayomi, melayani dan melindungi mahasiswanya. Inilah namanya kerpibadian,” tambahnya.***(erna)

Minggu, 06 September 2009

Mendiknas: Mulai 2010 Tunjangan Profesi Guru PNS Periode 2007 dan 2008 Dibayarkan Melalui Bupati

Ogan Ilir, Senin (31 Agustus 2009) -- Mulai tahun 2010 tunjangan profesi untuk guru pegawai negeri sipil (PNS) bagi yang sertifikasinya telah selesai periode tahun 2007 dan 2008 maka tunjangan profesi digabungkan dengan gaji bulanannya dan dibayarkan langsung melalui Bupati.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada dialog bersama para pemangku pendidikan di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (31/08/2009) "Pak Bupati yang membayar. Jadi langsung di dalam gaji sudah termasuk tunjangan profesi," katanya.

Adapun bagi yang lulus sertifikatnya tahun 2009 masih dibayarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) langsung ke rekening. "Hanya yang tahun terakhir saja (dibayarkan oleh Depdiknas). Ketika diyakinkan betul bahwa gurunya dan namanya betul, bahwa dia sudah S1, sudah lulus sertifikasi, sudah tidak ada kesalahan lagi maka kemudian dia menjadi permanen. Tunjangan permanen melekat pada gaji," kata Mendiknas.
Baca lengkap ...

Mendiknas menyampaikan, sertifikasi profesi hanya diperuntukkan bagi guru dan bukan ditujukan bagi kepala sekolah maupun pengawas sekolah. Namun demikian, kata Mendiknas, karena untuk menjadi kepala sekolah adalah harus seorang guru maka dia harus bersertifikat. "Sertifikasi itu adalah untuk guru bukan untuk kepala sekolah. Tidak ada sertifikasi kepala sekolah dan tidak ada sertifikasi pengawas. Yang ada sertifikasi guru.

Mendiknas menjelaskan, kepala sekolah wajib mengajar minimal enam jam jika ingin mendapatkan tunjangan profesi. Sementara bagi pengawas, kata Mendiknas, kalau dia seorang guru maka dia harus bersertifikat. "Kalau ada pengawas yang bukan guru maka tidak perlu ikut sertifikasi dan tidak perlu ikut menikmati tunjangan profesi," katanya.

Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah mengalokasikan uang tambahan atau uang perangsang bagi seluruh guru. Jumlah uang tersebut dibedakan berdasarkan letak wilayah atau zona tempat guru itu mengajar.

Zona tersebut mulai dari daerah yang paling dekat dengan jalan negara sampai ke daerah terpencil berturut - turut adalah A, B, C, dan D. Untuk guru negeri mendapatkan uang transport zona A Rp.150.000,00; zona B Rp.250.000,00; zona C Rp.350.000,00; dan zona D Rp.450.000,00. "Termasuk guru - guru swasta Rp.200.000,00 per bulan," katanya.***

Sumber: Pers Depdiknas

Kamis, 03 September 2009

engumuman CPNS Tahun 2009 25/08/2009 | Biro Kepegawaian

Menindaklanjuti pengumuman kami Nomor 47159/A4/KP/2009 tanggal 18 Agustus 2009, dengan ini kami sampaikan bahwa Pengumuman Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun anggaran 2009 pada Perguruan Tinggi Negeri, Kopertis, dan Unit Utama beserta Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia akan dilaksanakan pada bulan September 2009.
Jakarta, 22 Agustus 2009
a.n. Menteri Pendidikan Nasional Kepala Biro Kepegawaian selaku Ketua Panitia Departemen
ttd
MASHURI MASCHAB
NIP. 195002101976031001

Islam Indonesia, Antara Hari Ini dan Esok Tarikh Islam

dakwatuna.com - “Antara nyata dan tidak, antara mau dan tidak mau tapi itu semua adalah sebuah titik bahwa kita harus sadar bahwa kita adalah sebaik-baiknya umat ketika kita mampu menampakan sisi keislaman yang sebenarnya tanpa ada dikotomi antara tauhid dan aspek dunia.”

Telukjambe, September’08 Esok adalah sebuah kumpulan cerita yang abstrak dan tak bisa diprediksi, namun seorang manusia yang wajar adalah seseorang selalu mempersiapkan segalanya atau selengkapnya dengan baik untuk songsong masa depan. Allah Swt. Berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Hasyr ayat 18 :

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Muslim yang baik adalah muslim yang sudah tahu betul apa yang akan dilakukan pada hari ini, dan ia sadar bahwa apa yang ia lakukan hari ini akan memberikan dampak yang signifikan pada masa mendatang. Tak ada nilai-nilai keraguan ataupun nilai yang cenderung kepada sikap pesimistis, karena semua tahu bahwa esok adalah abstrak dan harus dipersiapkan dengan matang.

Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia, yang merupakan asset yang berharga dan merupakan tolak ukur dari masyarakat muslim dunia. Karena itulah wajah dunia muslim Indonesia selalu menjadi sorotan yang paling tajam, sehingga ia merupakan sebuah informasi penting dalam segala kepentingannya. Muslim Indonesia dengan ciri yang lebih moderat bahkan mampu memposisikan diri sebagai negara muslim yang mampu menerapkan kesejukan, merupakan wajah lain dari dunia Islam yang cenderung kekinian dianggap sebagai agama radikal,agama teroris.

Oleh karena itu menurut hemat saya, posisi tawar itu merupakan hal yang berharga yang harus terus diperankan oleh Indonesia. Dan juga dengan posisi yang demikian, seharusnya peran kita pun sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar harus lebih signifkan dalam kancah dunia internasional. Sebagai negara mayoritas muslim, sudah seharusnya juga mempersiapkan diri untuk menjadi negara yang mampu berkompetisi dengan masyarakat internasional. Kita seharusnya tidak perlu takut lagi dengan era pasar bebas jika sudah mempersiapkan dengan matang tentang kader-kader penerus.

Namun sayang, kita ini terlalu sering terjebak dalam pemikiran pragmatis sehingga cita-cita kita yang termaktub dalam preambule UUD’45 yakni mewujukan masyarakat adil makmur hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Jika kita menilik dan mentadaburi QS Al Hasyr ayat 18 tadi, sungguh akan menjadi sangat menarik dan akan mampu menggenjot mental bangsa menjadi bangsa yang selalu memiliki perencanaan yang mantap dalam melangkah.

Namun permasalahnnya tidak sesederhana itu, karena kita sebagai bangsa yang mayoritas muslim sudah kehilangan akarnya dan kehilangan pegangan utamanya. Nilai moral sebagai seorang muslim salah satunya saja nilai silaturahim hanya terlihat setahun sekali dalam tradisi mudik, lalu nilai lain tentang Islam contoh kejujuran sudah tergerus oleh pemikiran “perut adalah segalanya” sehingga kita pun menjadi negara mayoritas muslim namun sebagai negara peringkat ketiga dalam korupsi.

Al Qur’an yang seharusnya menjadi pedoman dan tuntunan dalam melangkah kini hanya menjadi hiasan di sudu-sudut ruangan dihiasi dengan bingkai dan terlihat rapi karena memang belum pernah dibuka, atau mungkin ada dari kalangan yang terlihat hafal ayat Al Qur’an namun sayang hanya sekedar hafal dan hanya sampai di bibir saja belum sampai ke hati dan perwujudan dalam kehidupan. Kita hanya menjadi bangsa yang hanya sekedar namanya saja mayoritas Islam, namun kepribadian- kepribadiannya jauh dari konsep pribadi muslim sejati.

Ini yang menjadi polemik, ini yang menjadi rancu atau dengan bahasa yang lain “masa orang Islam takut dengan Islam”. Ada apa dengan ajaran Islam, dan ada apa dengan ketakutan yang menghampiri orang-orang muslim kini tentang ajaran agamanya? Contoh dalam hal ini orang “Islam” malas dengan mengeluarkan zakat, padahal dengan pengelolaan zakat itu orang miskin itu menjadi tidak ada (contoh dalam hal ini baitul mal yang dikelola Umar ibn Abdul Aziz) lalu kenapa harus takut jika itu memberi peluang hidup yang lebih baik kepada saudara kita yang miskin. Dan dalam hal ini tidak pernah ada cerita orang kaya jatuh miskin hanya gara-gara zakat, malah kekayaan kita akan bertambah banyak dan yang jelas semakin barakah.

Islam di Indonesia seharusnya menjadi ruh dalam perubahan tataran moral pribadi-pribadinya, dari yang tak jelas menjadi semakin jelas, dari yang rapuh menjadi tatanan yang kuat. Islam seharusnya menjadi kekuatan perekat persatuan bangsa ini, dan bukan menjadi sebuah kata-kata yang tabu dalam ranah kenegaraan karena Islam itu menganut sistem rahmatan lil ‘alamin. Islam Indonesia seharusnya menjadi pioner dalam tumbuh kembangnya pribadi muslim yang mewujudkan aspek tauhid dalam ilmu pengetahuan teknologi, kebudayaan serta kehidupan sosial kemasyarakatan tanpa menjadi masyarakat yang antipati terhadap lingkungan sekitar (eksklusif).

Konsep syumuliyatul Islam (kesempurnaan Islam) harus mampu diserap atau bahkan ditransfer ke dalam jiwa setiap muslim, agar ia menjadi sadar bahwa Islam itu bukan hanya mengurusi atau mengatur ibadah sholat, zakat, puasa, haji namun juga keselurahan kehidupan pribadi muslim diatur bahkan sampai ke ranah kenegaraan. Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus segera sadar bahwa kita itu adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar dan punya peran cukup signifikan dalam kancah internasional mulai mempersiapkan generasi penerus yang akan datang menjadi generasi yang bukan generasi mental lemah, bukan generasi bodoh, dan bukan generasi yang hanya bisa menjadi follower murni.

Kita harus menyediakan fasilitas-fasilitas untuk menunjang pembentukan pribadi-pribadi bermental pemenang, kita harus memberikan kucuran-kucuran dana yang cukup dan memadai kebutuhan kepada mereka yang berani berjuang mewujudkan cita-cita bangsa ini. Islam itu harus menjadi titik tolak berfikir, bergerak, berjuang seorang muslim, dan bukannya menjadi sebuah kejumudan.

Esok hari merupakan harapan bagi orang-orang yang optimis, dan Islam selalu mengajarkan sikap optimis dalam menjalani hidup. Sudah saatnya kita teriak “bebas merdeka” dari cengkraman nafsu syaitani yang selalu menyusun dan mendayung kita untuk menjauh dari Allah swt. dan Sunnah Rasulullah saw. Sudah saatnya pula Islam Indonesia hari ini berjalan beriringan bersama Islam di seluruh dunia untuk sama-sama berfungsi sebagai pemimpin dunia yang mampu melayani umat dunia ini dalam kerangaka keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama dan saya rasa Islam sudah selesai dalam kerangka keberagaman itu dengan QS Al Hujarat Ayat 13 dan QS Al Kafiruun ayat 6 dan Islam bukanlah agama yang ketika mengahadapi masalah harus selalu diselesaikan dengan peperangan (pedang terhunus).

Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita saat ini punya peran dalam menjawab pertanyaan Islam Indonesia esok hari akan seperti apa? Allahu a’lam

Universitas Terbuka

Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem belajar jarak jauh dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pendidikan tinggi kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti pendidikan tinggi tatap muka (konvensional). Universitas Terbuka atau biasa disingkat dengan sebutan UT diharapkan mampu menjangkau seluruh pelosok tanah air, tanpa membatasi usia, kondisi sosial ekonomi, dan waktu. Hal penting yang harus dimiliki mahasiswa UT adalah kemandirian dan motivasi untuk maju dan berkembang.

UT diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984.UT telah memperoleh Sertifikat Kualitas dan Akreditasi Internasional dari Internasional Council for Open and Distance Education (ICDE) Standard Agency (ISA) tanggal 12 Agustus 2005.

Pada tanggal 14 Maret 2006, UT juga memperoleh Sertifikat ISO 9001:2000 untuk bidang Layanan Bahan Ajar dari Badan Sertifikasi SAI Global.

Tujuan Pendirian Universitas Terbuka

  1. Memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya untuk memperoleh pendidikan tinggi.
  2. Mengembangkan pelayanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan belajar di perguruan tinggi tatap muka.
  3. Mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata pembangunan, yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain

Sistem Belajar Mengajar

UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, frekuensi mengikuti ujian, dan sebagainya. Batasan yang ada hanyalah bahwa, setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).

Cara Belajar

Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus untuk dapat dipelajari secara mandiri. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti siaran radio, mengikuti tutorial, serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan belajar berbantuan komputer dan program audio/video. Apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi atau bantuan tutorial kepada Ketua Jurusan masing-masing.

Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efisien. Kemampuan belajar tergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efisien, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efisien, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. Oleh karena itu, agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri.

[sunting] Sistem Kredit Semester

Seperti halnya pendidikan tinggi lain, UT juga menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) untuk menetapkan beban studi mahasiswa tiap semester. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama sekitar 16 minggu.

Untuk mencapai satu sks, mahasiswa diharapkan mempelajari materi pelajaran selama tiga jam per minggu. Khusus untuk UT, satu sks disetarakan dengan tiga modul bahan ajar, sedangkan untuk mempelajari satu modul dengan penguasaan 80% dibutuhkan waktu sekitar 15 jam/semester. Bila mahasiswa mengambil mata kuliah yang berbobot tiga sks, waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya adalah:

3 (sks) x 3 (modul) x 15 jam = 135 jam/semester atau 9 jam/minggu atau 1,5 jam/hari

Jadi bila Anda meregistrasikan 1 mata kuliah dengan bobot 3 sks, maka mahasiswa harus menyediakan waktu paling sedikit 1,5 jam/hari untuk mempelajari bahan ajar tersebut agar mendapatkan hasil belajar yang optimal.

[sunting] Penyelenggaraan Pendidikan di Universitas Terbuka

Dalam penyelenggaraan pendidikan, UT bekerja sama dengan semua perguruan tinggi negeri/swasta serta instansi yang relevan yang ada di Indonesia. Pada setiap propinsi atau kota yang terdapat perguruan tinggi negeri, tersedia unit layanan UT yang disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh - Universitas Terbuka (UPBJJ-UT). Perguruan tinggi negeri setempat berperan sebagai pembina UPBJJ-UT serta membantu dalam penulisan bahan ajar, tutorial, praktikum, dan ujian.

Untuk memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada mahasiswa yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dan di luar negeri, UT bekerja sama dengan instansi lain seperti PT Pos Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Televisi Republik Indonesia (TVRI), Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Siaran Pemerintah Daerah, Radio Siaran Swasta Niaga, Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota, Atase Pendidikan KBRI, serta Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Daerah.

Universitas Terbuka juga bekerja sama dengan instansi-instansi yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya karyawannya, baik instansi pemerintah, BUMN maupun swasta. Mereka dapat mengikuti program yang ada di UT atau memesan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan instansinya. UT selama ini telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru SD melalui program yang dikenal sebagai program Pendidikan Guru SD (PGSD). Selain itu UT juga telah mendapat kepercayaan untuk meningkatkan kualitas SDM dari TNI, Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Bank BNI (Bank Negara Indonesia), PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara, Departemen Pertanian, Sekretariat Wakil Presiden, Pondok Pesantren Ma'had Al-Zaytun, dan beberapa instansi lain.

[sunting] Fakultas-Fakultas di Universitas Terbuka

Fakultas Ekonomi

  • Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (S1)
  • Akuntansi (S1)
  • Perpajakan (DIII)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

  • Perpustakaan (DII)
  • Penerjemahan (DIII)
  • Administrasi Negara (S1)
  • Administrasi Niaga (S1)
  • Sosiologi (S1)
  • Ilmu Pemerintahan (S1)
  • Ilmu Komunikasi (S1)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

  • Pengelolaan Lingkungan (D1)
  • Penyuluhan Pertanian (DIII) (Pertanian)
  • Penyuluhan Pertanian (DIII) (Peternakan)
  • Penyuluhan Pertanian (DIII) (Perikanan)
  • Matematika (S1)
  • Statistika (S1)
  • Bidang Keahlian Pertanian PKP (S1)
  • Bidang Keahlian Peternakan PKP (S1)
  • Bidang Keahlian Perikanan PKP (S1)
  • Biologi (S1)
  • Teknologi Pangan (S1)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  • Pendidikan Bahasa Indonesia (S1)
  • Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
  • Pendidikan Biologi (S1)
  • Pendidikan Fisika (S1)
  • Pendidikan Kimia (S1)
  • Pendidikan Matematika (S1)
  • Pendidikan Kewarganegaraan (S1)
  • Pendidikan Ekonomi dan Koperasi (S1)
  • Pendidikan Guru Sekolah Dasar/PGSD (S1)
  • DII PGTK
  • DII Pendidikan Olahraga (Guru SD-Beasiswa)
  • DII Pendidikan Olahraga (Guru SD-Swadana)

Pasca Sarjana

  • Magister Administrasi Publik
  • Magister Manajemen Perikanan
  • Magister Manajemen

Korban Bertambah, 59 Tewas & 37 Hilang

Amanda Ferdina - detikNews

Tasikmalaya - Korban gempa berkekuatan 7.3 SR yang berpusat di barat daya Tasikmalaya terus bertambah. 59 korban ditemukan tewas, sementara 37 orang masih belum dapat ditemukan.

"Sekarang jumlah korban sudah berubah lagi, menjadi 59 tewas dan 37 hilang," ujar Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono saat berbincang dengan detikcom, Jumat (4/9/2009).

Sementara itu, 31.778 rumah dari 12 Kabupaten kota di Jawa Barat dan 1 Kabupaten kota di Jawa Tengah mengalami kerusakan parah dan 22.453 rumah lainnya mengalami kerusakan yag relatif lebih ringan. Tidak hanya itu, kerusakan juga menimpa 739 sekolah, 1.628 tempat ibadah, dan 193 gedung kantor.

"Kemungkinan masih bisa berkembang," tandas Priyadi.

Beruntung, kini listrik sudah mulai dapat digunakan di beberapa wilayah korban gempa. Jaringan telepon dan radio pun sudah dapat berfungsi kembali sebagai alat komunikasi.

(amd/iy)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Jadilah Seperti Lebah

dakwatuna.com – Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.

Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:

Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).

Mengeluarkan yang bersih.

Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!

Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusak

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.

Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.

Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam. []